Membuat Trading Forex Menjadi Lebih Mudah

Tampilkan postingan dengan label Metode dan Strategi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode dan Strategi. Tampilkan semua postingan

Trading Forex Di Time Frame M1

Trading Forex Di Time Frame M1 - Time Frame trading forex merupakan satuan waktu yang ada di software trading (MetaTrader), yang digunakan untuk melihat pergerakan grafik dari pembukaan hingga penutupan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Dari beberapa kerangka waktu yang ada, M1 atau jangka waktu 1 menit merupakan time frame favorit bagi para trader forex yang menyukai teknik scalping, dan juga sangat disukai oleh para trader forex pemula.

Menggunakan time frame M1 untuk membuka transaksi trading biasanya hanya dilakukan oleh para trader forex yang sudah terlatih dengan baik dan berpengalaman. Namun begitu, Anda masih tetap bisa menggunakan time frame M1, asalkan tidak menentukan target profit yang terlalu besar, cukup hanya 5 - 10 pip saja atau disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Khusus bagi para trader forex pemula yang ingin mencoba trading di Time Frame M1, Anda bisa menggunakan strategi dibawah ini dan lihat apa yang bisa Anda lakukan !

Indikator yang dipasang
1. Moving Average
- Period :  5, Shift : 0, MA method : Linear Weighted, Apply to : Typical Price (HLC/3) - Merah.
- Period :  8, Shift : 0, MA method : Linear Weighted, Apply to : Typical Price (HLC/3) - Aqua.
- Period :10, Shift : 1, MA method : Linear Weighted, Apply to : Typical Price (HLC/3) - Kuning.
- Period :26, Shift : 0, MA method : Linear Weighted, Apply to : Typical Price (HLC/3) - Biru.
2. MACD Colored Histogram
- Input : fast=8, slow=17, signal=9
3. RSI
- RSI Period : 16
4. CCI
- CCI Period : 16

Pair : EUR/USD
trading di time frame m1

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika ingin trading di time frame M1
- Jangan trading saat berita ekonomi (high impact) dirilis, Anda bisa panik.
- Jangan banyak membuka transaksi trading, Anda bisa emosi.
- Jangan jadikan sebagai patokan tren, Anda akan salah posisi.

Buka chart Anda menjadi dua window misalnya time frame M1 dan time frame M15. Time frame M1 untuk eksekusi dan time frame M15 untuk melihat tren yang sedang berlangsung.

Baca artikel : 

Trading di time frame M1 memiliki tantangan tersendiri, silahkan pelajari dengan akun demo Anda hingga Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Semoga bermanfaat.

Belajar Mencermati Analisa Teknikal

Belajar Mencermati Analisa Teknikal - Ketika Anda ingin melakukan transaksi (open posisi) dalam trading forex, tentu sebelumnya Anda akan memprediksi kemana arah pergerakan harga (tren). Salah satu cara untuk memprediksi arah pergerakan harga adalah dengan menggunakan bantuan indikator teknikal atau yang umum disebut sebagai analisa teknikal.

Analisa teknikal umumnya akan melibatkan beberapa indikator yang telah di setting dan di atur sedemikian rupa sehingga mempermudah seorang trader dalam mengambil sebuah keputusan transaksi trading. Bagi Anda yang baru belajar trading forex, coba pelajari analisa teknikal yang akan diuraikan dibawah ini secara cermat, Anda akan tahu apa yang harus dilakukan :

Indikator-indikator yang digunakan :
1. Moving Average
- Period : 20, Shift : 0, MA method : Simple, Apply to : Close - Biru
- Period : 10, Shift : 1, MA method : Linear Weighted, Apply to : Typical price (HLC/3) - Kuning
- Period : 8, Shift : 0, MA method : Linear Weighted, Apply to : Typical price (HLC/3) - Merah
- Input : fast = 8, slow = 17, signal : 9
- PeriodIndicator : 20, ShiftIndicator : 0, Deviation Indicator : 1.0, AppledPrice : Close price
4. CCI
- CCI Period : 16

Pair : EURUSD
Time Frame : H1


Perhatikan dengan baik dan cermati pergerakan harga (tren) yang terjadi dari setiap kondisi dan perubahan masing-masing indikator, Anda akan tahu kapan saatnya buy dan sell.

Sabar dan buka posisi transaksi (buy/sell) Anda pada saat yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan trading forex Anda. Semoga bermanfaat.

Strategi Trading Untuk Time Frame Jangka Pendek

Strategi Trading Untuk Time Frame Jangka Pendek - Beberapa trader lebih suka trading dengan time frame jangka panjang. Dengan pilihan ini, mereka tidak harus memeriksa posisi lebih dari sekali dalam sehari, sehingga akan memiliki lebih banyak waktu untuk membuat keputusan akhir. Akan tetapi, jika Anda lebih memilih untuk menjadi trader yang lebih agresif dan menghasilkan uang setiap harinya, maka Anda bisa mencoba untuk trading pada grafik H1 dan H4. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan strategi-strategi terpopuler untuk gaya trading seperti ini.

Keuntungan dan kerugian trading pada time frame yang lebih kecil

Trading pada time frame intraday memiliki beberapa pro dan kontra. Beberapa keuntungannya adalah tekanan terhadap deposit investor yang lebih rendah dan peluang meraih profit yang lebih lebar seiring dengan peningkatan jumlah posisi terbuka.


Adapun beberapa kerugian trading pada H1 dan H4 adalah yang pertama, tentu saja banyaknya jumlah waktu yang dibutuhkan di depan platform trading. Belum lagi tekanan emosional yang lebih tinggi saat trading pada time frame yang lebih kecil. Jadi, strategi untuk trading intraday harus dibuat sesederhana mungkin dalam penggunaannya, tapi tetap efektif.

Strategi untuk trading pada grafik H1

Untuk strategi trading berikut, Anda dianjurkan menerapkan beberapa moving average.

1. Exponential moving average berperiode 38 dan 48 (berwarna cokelat).
2. Linear weighted moving average berperiode 5 dan 8 (berwarna ungu).

Aturannya sederhana. Ketika linear weighted MA memotong exponential MA terbalik, maka mensinyalir pembukaan posisi jual (short). Sebaliknya, ketika linear weighted MA memotong exponential MA dari bawah ke atas — pembukaan posisi beli (long). Sinyal akan lebih kuat jika jarak antara dua linear weighted MA lebih rendah atau saling memotong. Pada saat yang sama, batang candlestick yang diikuti crossover harus tutup di bawah crossover (jika itu adalah sinyal untuk posisi jual) atau di atas crossover (jika itu adalah sinyal untuk posisi beli).

Anda menutup posisi ketika beberapa garis exponential MA memotong satu sama lain.

Silakan perhatikan contoh berikut !

Pada grafik H1 AUD/USD, MA ungu memotong MA cokelat dari bawah ke atas pada 1 November. Kita menunggu candlestick tutup di atas MA dan level konsolidasi sebelumnya. Selanjutnya, kita menunggu candlestick berikutnya dan membuka posisi beli pada harga penutupannya di 0.7131. Stop loss kita berada di bawah level konsolidasi di 0.7047. Kita menunggu MA cokelat saling memotong di 0.7242. Kita menghasilkan 111 pip (0.7242-0.7131).

strategi trading time frame h1

Strategi untuk trading pada grafik H1 

Strategi yang dijelaskan di bawah ini menggunakan bantuan dua indikator, yaitu MACD dengan pengaturan 12,26,2 dan Commodity Channel Index (CCI) yang berperiode 14.


Anda harus membuka posisi beli ketika
  • CCI memotong batas atas MACD dari bawah ke atas.
  • Ketika ini terjadi, MACD harus ditempatkan lebih tinggi dari level 100. 
Kita menempatkan stop loss di bawah level konsolidasi sebelumnya. Sementara take profit kita tergantung pada price action. Namun, kita harus menutup posisi bila CCI jatuh di bawah level 100.

Mari lihat grafik H1 AUD/USD

Pada 11 Januari kita melihat CCI naik di atas MACD. Kita menunggu candlestick berikutnya dan membuka posisi di 0.7381. Stop loss ditempatkan di bawah level konsolidasi sebelumnya di 0.7326. Kita menutup posisi ketika CCI menguji level 100 terbalik di 0.7508. Hasilnya, kita mendapatkan 127 pip.

strategi trading time frame h1

Kapan Anda harus membuka posisi jual ? 
  • CCI memotong batas bawah MACD dari atas ke bawah.
  • Ketika ini terjadi, MACD harus ditempatkan lebih rendah dari level -100. 
Mari perhatikan contoh posisi jual pada grafik H1 yang sama untuk AUD/USD

CCI memotong MACD terbalik. Kita membuka posisi jual di 0.7160. Stop loss ditempatkan di atas level konsolidasi sebelumnya di 0.7205. Kita menunggu sampai CCI menguji level -100 dan menutup posisi di 0.7069. Kita menghasilkan 91 pip.

strategi trading time frame h1

Baca juga artikel : Penggunaan Time Frame

Kesimpulan Trading pada time frame yang lebih kecil dapat memberikan profit yang lebih cepat. Tapi di sisi lain membutuhkan perhatian lebih banyak, sehingga Anda harus berhati-hati saat trading pada time frame ini. Semoga membantu trading Anda.

Sumber artikel : FBS

Strategi Trading Untuk Pola Head And Shoulders

Strategi Trading Untuk Pola Head And Shoulders - Dalam analisis tehnikal, ada berbagai pola grafik yang berbeda, yang bisa membantu Anda menentukan arah selanjutnya dari harga. Menurut logikanya pola-pola ini dibagi menjadi dua grup besar yaitu pola grafik pembalikan dan meneruskan. Anda bisa mempelajari bagaimana menentukan pola tersebut didalam buku panduan Forex. Didalam artikel ini akan dijelaskan sebuah strategi trading yang sangat dikenal berdasarkan polanya yaitu mengenai pola Head and Shoulders.

Ketika seseorang menyebutkan kata "Head and Shoulders", Anda tentu berpikir bahwa itu adalah sebuah merk shampoo. Jika Anda berpikir begitu, itu artinya Anda masih seorang pemula dalam trading forex. Seorang profesional tentu akan mengetahui bahwa "Head and Shoulders" adalah sebuah pola pembalikan yang sangat terkenal dalam trading forex. Jika anda belum mengetahui bagaimana pola tersebut, perhatikan gambar dibawah ini !

pola head and shoulders

Pola head and shoulders biasanya terjadi di akhir trend naik. Anda bisa dengan mudah menemukannya di timeframe manapun. itu terbentuk dari puncak (shoulders pertama), puncak yang lebih tinggi (head), dan puncak yang lebih rendah (shoulders kedua). Anda bisa menggambar "garis leher"  dengan menggabungkan nilai minimal dari shouldres di kiri dan head. Garis leher tidak boleh horizontal. Itu haruslah sedikit naik atau turun. Ketika sedikit turun, maka pola memberikan sinyal sell yang lebih baik. Jika Anda trading saat trend turun, Anda harus melihat pola pembalikan Head and Shoulders pada grafik. Pola ini kebalikannya dari pola klasik Head and Shoulders dan bisa memberikan sinyal pembalikan Bullish.

Bagaimana Pola Ini Terbentuk ?

Ketika bulls lelah untuk menaiki trend maka harga menjadi kurang bearish tinggi terhadap kondisi pasar saat itu, bear bermain dan mencoba menarik harga ke bawah. Jika harga mencoba trend turun dan kembali naik, maka itu menciptakan shoulders kiri dari pola. Setelah itu, bulls membuat pendekatan terakhir untuk mendorong harga naik lebih tinggi. Itulah bagaimana pola "head" terbentuk. Namun, bulls tidak bisa menahan harga setinggi itu, dan bears membuat harga jatuh kembali untuk menciptakan terusan dari garis leher.

Kadangkala harga bisa naik lagi dengan volume yang lebih kecil dan menguji ulang garis leher. Kenaikan kecil ini menawarkan peluang untuk membuka posisi pendek dengan stop-loss ditempatkan di atas garis leher. Namun situasi ini tidak terjadi setiap saat ketika Head and Shoulders terbentuk. Bears kemudian menarik harga jatuh jauh ke bawah.

Bagaimana Trading Menggunakan Pola Ini ?

Ada beberapa strategi untuk trading menggunakan pola Head and Shoulders. Strategi ini dapat digunakan untuk pasangan mata uang apapun, saham, komoditas dan ditempatkan di timeframe manapun dan juga tidak membutuhkan indikator.

1. Tunggu sampai pola diimplementasikan. Jangan trading sampai pola benar-benar terbentuk.
2. Tunggu candlestick menerobos garis leher ke arah bawah.
3. Tempatkan sell order minimal 3-5 pip dibawah garis leher.
4. Tempatkan stop-loss 3-5 pip diatas garis leher.
5. Target profit biasanya diatur ketika ada perbedaan harga antara head dan garis leher. Kemudian perbedaan ini ditambah dari terobosan ke garis leher untuk menyiapkan target harga di arah bawah. Perhatikan grafik 4 jam untuk USD/JPY, kita bisa lihat pola Head and Shoulders diimplementasikan !

strategi pola head and shoulders

Bulls tidak bisa menahan harga di tingkat 114.54 dan pasangan mata uang turun ke bawah garis leher di 113.56. Kami membuka sell order setelah harga menerobos garis leher, 5 pip dibawah dari 113.51. Kami menempatkan stop-loss 5 pip diatas garis leher di tingkat 113.66. Kemudian kami menghitung tingkat dari take profit kami menggunakan rumus berikut :

114.54 (puncak tertinggi "head") - 113.56 (garis leher) = 0.98

113.640 - 0.98 = 112.66

Sukses, Anda mendapatkan sekitar 100 pip.

Anda juga bisa menggunakan strategi ini untuk pembalikan Head and Shoulders, seperti berikut :

1. Tunggu sampai pola diimplementasikan
2. Tunggu sampai candlestick menerobos garis leher ke arah atas.
3. Tempatkan buy order 3-5 pip diatas garis leher.
4. Tempatkan stop-loss 3-5 dibawah garis leher.
5. Tempatkan target profit sebagai perbedaan antara nilai di paling bawah head dan garis leher.

Pada grafih H4 USD/JPY, kita bisa melihat pola Head and Shoulders. Kita melihat garis leher tidak sempurna, naum itu sedikit naik keatas, dimana berarti sangat mungkin terjadi pembalikan.

strategi pola head and shoulders

Kami menempatkan stop-loss di 1.2653 dan menunggu harga menerobos garis leher. Ketika candlestick terbentuk, kami membuka posisi order long di 1.2663, kemudian kami menghitung take profit :

1.2658 (garis leher) - 1.2528 (head) = 0.0130

1.2658 + 0.0130 = 1.2788

Dengan menggunakan strategi ini maka Anda bisa mendapatkan 130 pip.

Kesimpulan

Pola Head and Shoulders bisa terlihat dengan sangat jelas pada grafik dan memberikan peluang yang bagus untuk menghasilkan profit dari trading dengan resiko yang minimal.

Sumber artikel : FBS

Sistem Trading Tiga Layar

Sistem Trading Tiga Layar - Trader pemula sering mencari alat bantu trading seperti tongkat sihir, yaitu satu indikator yang akan membantu dalam mendapatkan banyak uang. Jika mereka mendapatkan keberuntungan sesaat, maka pasti mereka berpikir bahwa mereka sudah menguasai trading. Namun ketika mereka merugi dan kehilangan uang, maka mereka mulai menyerah terhadap indikator lama mereka dan mulai mencari indikator sihir baru. Faktanya mereka tidak akan menemukannya dan hal itu adalah cara yang salah dalam trading.

Untuk membantu Anda melewati situasi yang memusingkan ini, maka Alexander Elder yaitu seorang pria jenius dari komunitas trader menemukan sebuah sistem trading yang dinamakan "Triple Screen Trading". Sistem ini menggabungkan trend, indikator dengan Oscillator, menyaring kerugian dari masing-masing, dan mempertahankan kekuatannya. Sebuah solusi yang jenius.

Seperti triple screen marker di teknologi medis (sebelum terjun ke dunia trading, Elder bekerja sebagai seorang psikiater), sistem triple screen trading menerapkan beberapa tes unik, atau menyaring setiap keputusan yang akan dibuat dalam trading. Dengan begitu maka Anda bisa meminimalisasi resiko dan menawarkan profit yang lebih besar.

Bagaimana Cara Sistem Ini Bekerja ?

Pertama Anda harus menentukan timeframe untuk trading. Ada tiga trend utama yaitu : long-term (jangka panjang), intermediate (jangka menengah), dan minor (jangka pendek). Robert Rhea, seorang teknisi pasar yang terkenal di tahun 1930 membandingkan trend ini dengan arus pasang gelombang, dan air yang beriak. Dia percaya bahwa trader harus trading sesuai dengan arus pasang dari pasar.(yang mungkin bisa diidentifikasikan pada layar pertama, contohnya di timeframe long-term), ambil keuntungan dari gelombang (diidentifikasikan dengan perubahan intermediate pada pola trading), dan perhatikan riak di sekitarnya (jangan mengabaikan signal trading minor yang diperlihatkan pada layar ketiga).

Baca artikel : Penggunaan Time Frame

Contohnya : jika Anda ingin trading beberapa hari, maka timeframe intermediate Anda akan ditentukan oleh grafik harian. Sementara grafik mingguan akan membantu Anda menentukan long-term trend (gelombang), dan grafik setiap jam bisa membuat Anda menemukan saat yang tepat untuk membuka order. Anda bisa menemukan kombinasi yang tepat dari timeframe yang bisa Anda gunakan lewat tabel di bawah ini :


Layar Pertama

Setelah Anda memilih timeframe, Anda dapat terjun ke dalamnya untuk mengungkap pola trading. Mulailah dengan menganalisa grafik jangka panjang untuk menentukan trend dominan. Gunakan indikator trend berikut : 13-periode eksponensial moving average. Jika garis bergerak kebawah itu adalah downtrend, jika naik itu adalah uptrend. Anda juga bisa menambahkan MACD untuk konfirmasi. Lihat kemiringan MACD-Histogram. Ketika kolom meningkat, bulls mengontrol pasar. Sebaliknya, ketika menurun maka mengidentifikasikan downtrend.

Ingat aturan penting : selama uptrend, maka Anda mebuka order BELI, dan selama downtrend, maka Anda membuka order JUAL.



Layar Kedua

Jangka waktu layar kedua membantu mengidentifikasi gelombang yang melawan arus. Secara singkat, jika trend mingguan turun, Anda perlu mengoreksi naik pada grafik harian dan mengambil momen saat koreksi ini selesai dan keseluruhan downtrend berlanjut kembali.

Disini gunakan Oscillator untuk menentukan penyimpangan dari trend mingguan. Tugas Anda adalah hanya menemukan sinyal harian yang mengarah ke arah trand mingguan yang dominan.

Misalnya, jika trend mingguan negatif maka Anda harus mempertimbangkan sinyal jual dari Oscillator harian dan mengabaikan sinyal beli mereka. Untuk melakukannya Anda dapat menggunakan Stochastic Oscillator. Ketika EMA 13 dan MACD mingguan turun, carilah momen ketika Stochastic Oscillator harian meninggalkan area overbought dan mulai turun di bawah 70. Ini akan menjadi sinyal jual. Atau, ketika MACD mingguan naik, carilah situasi ketika Stochastic harian keluar dari area overbought dan naik di atas 30. Ini akan menjadi sinyal beli.

Layar Ketiga

Layar ketiga digunakan untuk menentukan titik masuk. Layar ketiga tidak memerlukan alat teknis apapun. Ini membantu untuk memasuki pasar setelah layar pertama dan kedua memberikan sinyal untuk membeli atau menjual. Untuk menentukan titik masuk dengan tepat, gunakan teknik yang disebut trailing.


Ketika trend mingguan turun dan trend harian berubah dari trend naik menjadi trend turun, Anda masuk ke layar ketiga/jangka waktu Anda. Ketika Anda membuka grafik ketiga, Anda jangan segera memasuki pasar tetapi gunakanlah pending order. Tempatkan order Sell Stop 1-2 pips di bawah harga terendah dari candlestick sebelumnya. Ini akan membantu Anda menangkap penerobosan ke bawah. Ditambah lagi jika pasar berubah arah sebelum Anda membuka trading, Anda akan aman dari trading yang buruk. Jika pasangan mata uang tersebut naik tanpa menyentuh order Anda (posisi JUAL tidak terbuka), pindahkan Stop Sell Anda ke 1-2 pips di bawah candlestick berikutnya. Ketika trading Anda akhirnya terbuka, tempatkan Stop Loss 1-2 pips di atas nilai tertinggi 2 candle terakhir.

Taktik yang sama tetapi dengan tindakan yang berlawanan harus diterapkan ketika trend dominan meningkat. Dengan menggunakan strategi Elder yang dijelaskan dalam artikel ini, Anda akan terlindung dengan baik dari resiko kerugian (resiko tertipu oleh sinyal trading palsu) dan pada saat yang sama, Anda akan dapat menghasilkan lebih banyak profit (dengan bantuan indikator dan Oscillator Anda tidak akan kehilangan profit Anda). Semoga bermanfaat.

Sumber artikel : FBS

Strategi Trading Forex Archer

Strategi Trading Forex Archer - Salah satu fungsi dari strategi trading adalah agar seorang trader dapat mengetahui posisi transaksi mana yang harus dibuka, apakah buy atau sell. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang trader didalam menggunakan sebuah strategi adalah tidak disiplin mengikuti aturan dari setiap indikator teknikal yang digunakannya, sehingga hasil dari transaksi trading yang dilakukannya adalah sering Loss.

Strategi berikut paling sesuai untuk mereka yang menyukai trading dengan indikator. Ini adalah strategi favorit yang mudah digunakan dan mudah diingat. Anda akan melihat sendiri :

Pasangan Mata Uang
- EUR/USD dan pasangan utama lainnya

Indikator yang digunakan
1. EMA - periode 86
2. EMA - periode 21
3. Momentum - periode 8 dan level tambahan 100
4. Heiken Ashi (grafik rata-rata dalam bahasa Jepang) - indikator yang digunakan bersamaan dengan grafik candlestick untuk identifikasi tren dan prediksi harga. Hanya untuk Anda ingat, saya akan secara singkat menggambarkan sinyal utamanya. Ada 5 sinyal utama : lilin hijau tanpa bayangan lebih panjang yang menunjukan tren naik yang solid (momen terbaik untuk membeli), satu lilin dengan tubuh kecil yang dikelilingi bayang-bayang atas dan bawah adalah sinyal pembalikan tren, candlestick merah menunjukan tren turun (biasanya digunakan untuk membuka posisi sell dan keluar dari posisi buy), lilin merah tanpa bayangan bagian atas merupakan indikasi adanya tren turun yang kuat.
5. Stochastic Oscillator - dengan setting 8-3-3 dan level tambahan 40-80

Untuk Membeli (Buy)
1. EMA-21 harus melewati EMA-86 dari bawah ke atas, itu juga harus diatas EMA-86.
2. Indikator Momentum harus berada diatas level 100.
3. Stochastic Oscillator harus berada diatas level 40 (berada diatas level tambahan).
4. Indikator Heiken Ashi harus membentuk lilin hijau.
5. Semua sinyal yang tercantum diatas harus muncul pada saat yang sama.
6. Open posisi dilakukan pada saat pembukaan lilin berikutnya.
7. Stop-Loss = 50 pip.
8. Take profit = 100 pip.

strategi trading forex archer

Untuk Menjual (Sell)
1. EMA-21 harus melewati EMA-86 dari atas ke bawah, itu juga harus dibawah EMA-86.
2. Indikator Momentum harus berada dibawah level 100.
3. Stochastic Oscillator harus berada dibawah level 80 (berada dibawah level tambahan).
4. Indikator Heiken Ashi harus membentuk lilin merah.
5. Semua sinyal yang tercantum diatas harus muncul pada saat yang sama.
6. Open posisi dilakukan pada saat pembukaan lilin berikutnya.
7. Stop-Loss = 50 pip.
8. Take profit = 100 pip.

strategi trading forex archer

Demikian Strategi Trading Forex Archer yang dapat Anda gunakan untuk trading Anda. Ikuti aturannya dengan disiplin agar hasilnya profit. Semoga bermanfaat.

Sumber artikel : FBS

Teknik Trading Renko Chart + Candlesticks

Teknik Trading Renko Chart + Candlesticks - Teknik trading merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh seorang trader untuk menganalisa dan membuat keputusan transaksi trading. Banyak model dan bentuk teknik trading yang digunakan oleh seorang trader forex, salah satunya adalah dengan memanfaatkan Candlestick Chart. Selain Candlestick, ada bentuk tampilan Chart lainnya yang juga digunakan oleh trader forex yaitu Renko Chart. Kedua tampilan chart ini menjadi populer karena dapat mempermudah para trader dalam melakukan analisa.

Bagi para trader forex pemula yang tertarik dengan tampilan chart candlestick dan juga renko kemudian ingin menggunakan keduanya sebagai bentuk teknik trading dalam melakukan analisa, caranya adalah dengan menampilkan keduanya didalam Metatrader Anda seperti berikut :

teknik trading renko dan candlestik

Indikator Untuk Renko Chart 

1. Moving Average
- Linear Weighted = Period : 10, Shift : 1, Apply to : Typical Price (HLC/3)
- Simple = Period : 5, Shift : 0, Apply to : Typical Price (HLC/3)
- Simple = Period : 3, Shift : 0, Apply to : Typical Price (HLC/3)
2. MACD Alert
- FastEMA  : 13
- SlowEMA : 17
- SignalSMA : 5
3. Stochastic Oscillator
- K Period : 20
- D Period : 2
- Slowing : 3

Indikator Untuk Candlesticks Chart 

1. Moving Average
- Linear Weighted : Period : 49, Shift : 0, Apply to : Typical Price (HLC/3)
- Linear Weighted : Period : 23, Shift : 0, Apply to : Typical Price (HLC/3)
- Linear Weighted : Period : 10, Shift : 0, Apply to : Typical Price (HLC/3)
2. MACD Alert
- FastEMA : 13
- SlowEMA : 17
- SignalSMA : 9
3 Trend (iTrend)
- Default

Silahkan Anda pelajari sendiri bagaimana cara membuka posisi (Buy/Sell). Untuk pasangan mata uang, silahkan gunakan pasangan mata uang yang Anda tradingkan, begitu juga dengan time frame. Anda juga dapat menggunakan indikator lain sesuai keinginan Anda.


Demikian Teknik Trading Renko Chart + Candlesticks yang bisa digunakan untuk kepentingan analisa trading forex Anda. Semoga bermanfaat.

Belajar Forex Dari Raghee Horner

Belajar Forex Dari Raghee Horner - Raghee Horner merupakan salah satu trader forex wanita sukses. Lahir di Amerika pada tahun 1971, ia memulai trading pada usia 17 tahun saat masih dibangku SMA dan terus berlanjut hingga lulus perguruan tinggi sebagai full time trader. Selain sebagai seorang trader, Raghee juga adalah seorang penulis. Buku yang telah diterbitkan dan menjadi populer yaitu : Thirty Days of Forex Trading, Forex Trading for Maximum Profit dan Forex on Five Hours a Week. Selain menulis, ia juga sering menjadi pembicara di banyak seminar.

Raghee Horner mengkhususkan dirinya sebagai trader Intraday dan ia juga membantu banyak trader menyederhanakan trading mereka. Raghee memulai karirnya sebagai trader futures dan kemudian menjadi trader sukses di pasar forex. Untuk memperoleh profit dalam trading forex, berikut ini beberapa hal yang dilakukan Raghee sebelum membuka posisi trading forex :

Memantau Kalender Ekonomi
Sebelum membuka posisi trading, hal yang pertama dilakukan adalah memantau berita-berita penting di kalender ekonomi dan update berita di pasar financial. Raghee mengungkapkan bahwa untuk memantau berita harus secara keseluruhan dengan mengutamakan perhatian pada sesi sebelum berita dirilis, saat berita dirilis dan laporan sesudahnya untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya. Ia juga selalu mengamati berita untuk jangka waktu mingguan. Dengan rutin memantau kalender ekonomi maka hal itu dapat membantunya mengukur potensi resiko.


Menganalisa Bias Pergerakan Harga
Menempatkan analisa pada time frame harian (D1) merupakan pilihan utama, namun bukan untuk membuka posisi tapi untuk mengetahui psikologi yang mendominasi pasar. Kondisi pasar yang sedang bearish, bullish atau tidak keduanya dapat Anda ketahui dengan memahami sentimen, momentum dan trend. Jika ada bias tertentu dalam trend pergerakan harga, maka lakukan entry jika semua time frame mengkonfirmasi arah pergerakan harga yang sama. Untuk mengikuti bias trend, seorang trader bisa mengamati time frame yang lebih besar.



Mengukur Resiko Setiap Membuka Posisi
Pada umumnya seorang trader hanya memperhitungan resiko dengan membatasinya melalui pemasangan stop-loss, namun tidak memasukan spread sebagai resiko kerugian. Selain spread, biaya menginap juga harus ditambahkan sebagai resiko kerugian. Jika Anda menerapkan trading jangka pendek, maka sebaiknya Anda menghindari trading di broker yang menetapkan spread besar, atau jangan melakukan trading pada saat ada berita ekonomi penting yang akan dirilis karena dapat memicu volatilitas harga yang dapat melebarkan spread.

Raghee Horner telah memiliki pengalaman hampir 30 tahun, tidak hanya sebagai top trader forex wanita tapi juga sebagai master sistem dan teknik trading. Ia juga telah membuktikan kemampuan seorang wanita menjadi trader forex yang sukses.


Demikian Belajar Forex Dari Raghee Horner yang diuraikan secara singkat. Jangan membuka posisi jika Anda tidak mempunyai alasan yang tepat. Semoga bermanfaat.

Cara Menampilkan Indikator Hanya Pada Time Frame Tertentu

Cara Menampilkan Indikator Hanya Pada Time Frame Tertentu - Bagi para trader forex pemula, indikator teknikal merupakan alat bantu transaksi trading yang selalu mereka cari, terutama indikator teknikal yang mampu memberikan signal entry yang akurat. Pada umumnya indikator akan memberikan signal entry yang akurat bila ditampikan pada time frame yang besar, namun ada sebagian trader forex yang memilih indikator tertentu untuk ditampilkan pada time frame kecil.

Bagi Anda yang memiliki beberapa indikator pilihan dan ingin menampilkan masing-masing indikator itu ke dalam time frame yang berbeda guna kepentingan analisa Anda, berikut ini cara menampilkan indikator hanya pada time frame pilhan Anda sendiri :


1. Pilih indikator yang ingin Anda tampilkan pada time frame tertentu.
2. Klik kanan pada indikator tersebut.
3. Selanjutnya, klik "indikator properties".

indikator properties
indikator properties

4. Pada jendela properties indikator, pilih "Visualization".
5. Hilangkan checklist pada kotak "All timeframes".
6. Selanjutnya, pilih/checklist time frame yang Anda inginkan untuk menampilkan indikator.
7. Klik "Ok".

menampilkan indikator di time frame tertentu


Itulah Cara Menampilkan Indikator Hanya Pada Time Frame Tertentu yang dapat Anda lakukan. Dengan menampilkan indikator pada time frame berbeda, maka chart Anda tidak akan terlihat penuh sesak dengan berbagai jenis indikator sehingga dapat memudahkan Anda didalam melakukan analisa dan membuat keputusan transaksi. Semoga bermanfaat.

Strategi Profit Dengan Trailing Stop

Strategi Profit Dengan Trailing Stop - Apa yang Anda rasakan jika take profit yang Anda pasang hampir tersentuh, namun tiba-tiba pergerakan harga berbalik arah dan akhirnya menyentuh stop-loss Anda. Tentunya saat itu hanya Anda sendiri yang tahu apa yang Anda rasakan. Kejadian seperti itu biasa terjadi, sebab harga selalu bergerak bebas tanpa ada yang bisa mengendalikannya. Namun hal itu juga bisa menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, sebab Anda harus merelakan poin/profit yang sudah Anda dapatkan hilang begitu saja.

Banyak trader forex yang menggunakan MetaTrader untuk melakukan trading, namun hanya sedikit dari mereka yang mampu menggunakan-nya untuk memaksimalkan potensi profit. Ada sebuah fitur pada MetaTrader yang tidak pernah  mereka gunakan atau bahkan mereka tidak tahu, yaitu Trailing Stop. Trailing Stop adalah sebuah fitur di MetaTrader yang berfungsi untuk merubah posisi Stop-Loss secara otomatis. Trailing Stop akan mengurangi tingkat kerugian yang seharusnya Anda terima dan otomatis akan melindungi profit Anda dari kehilangan.

Cara kerja Trailing Stop adalah dengan mengikuti posisi order yang Anda lakukan, Contohnya jika Anda membuka posisi Buy untuk EUR/USD di harga 1.3350, dengan Stop-Loss sebesar 30 poin (1.3320) dan Trailing Stop sebanyak 30 poin. Cara kerjanya sebagai berikut :
  • Jika harga naik ke 1.3380 atau naik sebesar 30 poin, maka secara otomatis Stop-Loss Anda akan bergeser ke 1.3350 (1.3320+30 = 1.3350). Dari kenaikan ini jika Stop-Loss Anda tersentuh, maka hasilnya adalah : profit =  0 (1.3350-1.3350 = 0), Loss =  0 (1.3350-1.3350 = 0).
  • Jika harga naik lagi ke 1.3410, maka secara otomatis Stop-Loss Anda akan bergeser lagi ke 1.3380 (1.3350+30 = 1.3380). Dari kenaikan ini jika Stop-Loss Anda tersentuh, maka hasilnya adalah : profit = 30 poin (1.3380-1.3350 = 30), dan begitu seterusnya, setiap ada kenaikan sebesar 30 poin (sesuai dengan jumlah Trailing Stop) maka Stop-Loss akan bergeser sebanyak 30 poin. Anda juga boleh menutup posisi sesuai dengan keinginan Anda sendiri.

Untuk menggunakan Trailing Stop maka yang harus Anda perhatikan adalah tren pergerakan harga. Umumnya Trailing Stop digunakan pada saat pergerakan harga trending untuk waktu yang lama, namun sebagian trader ada yang memasang Trailing Stop hanya pada saat ada berita ekonomi penting yang akan dirilis. Bagaimana cara memasangnya, silahkan baca artikel Mengamankan Profit Trading Forex yang ada di blog ini.

Strategi Profit Dengan Trailing Stop memang sebaiknya diterapkan, terutama oleh Anda yang baru memulai melakukan trading forex. Dengan memasang Trailing Stop, setidaknya Anda tidak perlu lagi merasa bimbang dan ragu dalam menentukan exit point. Semoga bermanfaat.

Trading Forex Dengan Kalender Ekonomi

Trading Forex Dengan Kalender Ekonomi- Setiap trader forex pasti memiliki cara yang sama untuk membuat suatu keputusan transaksi, yaitu dengan terlebih dulu melakukan analisa untuk mengetahui tren pergerakan harga. Salah satu cara yang biasa digunakan oleh sebagian trader forex untuk membuat suatu keputusan transaksi adalah dengan memantau berita-berita penting di kalender ekonomi dan kabar penting lainnya dari pasar finansial. Untuk itu, maka seorang trader (analis fundamental) harus mengetahui cara membaca kalender ekonomi agar tidak salah saat memprediksi sebuah berita dan membuat keputusan transaksi.

Setiap ada berita ekonomi yang akan dirilis terutama berita-berita yang memiliki dampak yang tinggi terhadap perubahan nilai mata uang suatu negara, tentu akan mempengaruhi psikologi trader. Psikologi trader akan berdampak terhadap psikologi pasar yang kemudian dapat memicu terjadinya pergerakan harga yang sangat cepat. Untuk itu kalender ekonomi menjadi penting bagi para trader forex agar mereka dapat mengetahui lebih awal apa yang akan terjadi pada perubahan nilai mata uang suatu negara dan mengantisipasi setiap perubahan arah harga yang dapat merugikan dan menghentikan aktifitas trading mereka.

Cara yang biasa dilakukan oleh para analis fundamental adalah mengamati berita secara keseluruhan dengan memfokuskan perhatian pada sesi sebelum berita dirilis, ketika berita dirilis dan setelah berita dirilis agar mereka dapat memperkirakan pergerakan harga selanjutnya. Mereka juga telah mengetahui berita ekonomi yang berpengaruh terhadap perubahan nilai mata uang, sehingga mereka dapat dengan tepat membuka posisi trading dan mendapatkan keuntungan. Namun kemampuan seperti itu hanya dimiliki oleh para trader forex profesional.

Para trader pemula dalam trading forex seharusnya menjadikan berita-berita yang ada didalam kalender ekonomi sebagai sebuah rekomendasi untuk membuat sebuah keputusan transaksi, khususnya berita ekonomi yang berdampak tinggi terhadap perubahan nilai mata uang. Namun hal itu menjadi sulit bagi mereka, sebab mereka tidak mampu menempatkannya secara proporsional. Untuk itu, cara terbaik yang harus dilakukan oleh para trader forex pemula adalah tidak melakukan trading pada saat ada berita ekonomi penting yang akan dirilis.

Trading Forex Dengan Kalender Ekonomi merupakan strategi trading untuk mengantisipasi kerugian yang dapat terjadi dengan cepat akibat dampak dari sebuah berita. Dengan selalu memantau berita-berita penting di kalender ekonomi, maka Anda dapat mengukur potensi resiko kerugian yang akan terjadi dengan cepat akibat dari volatilitas harga yang meningkat tajam. Anda dapat menjadikan rilis berita sebagai waktu terbaik melakukan open posisi atau mengabaikannya dan tidak melakukan trading, itu terserah Anda. Semoga bermanfaat.

Teknik Analisa Seorang Trader Pemula

Teknik Analisa Seorang Trader Pemula - Profit merupakan target utama yang selalu ingin dicapai oleh setiap trader, khususnya trader pemula. Cara yang umum dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah dengan mengamati pergerakan harga pada chart dan menunggu signal entry yang diberikan oleh indikator teknikal yang terpasang. Setiap trader akan selalu berusaha melakukan analisa dengan tepat agar target utama yang mereka harapkan tercapai. Namun jika mereka tidak tahu bagaimana seharusnya analisa itu dilakukan, maka mereka tidak akan mampu mencapai target dan akhirnya trading mereka gagal.

Ada seorang trader forex pemula yang hanya mengandalkan analisa teknikal saja untuk membuat keputusan transaksi, namun dia mampu menghasilkan profit yang konsisten. Teknik analisa yang ia lakukan adalah sederhana, yaitu dengan cara mengamati pergerakan harga melalui tiga time frame yang berbeda secara bersamaan pada chart yang telah di setting menjadi tiga window. Indikator utama yang digunakan adalah moving average dan stochastic. Indikator candle time yang dipasang juga sangat berguna untuk membuat keputusan transaksi.

teknik analisa

Teknik ini sangat cocok bagi Anda yang hanya menggunakan satu unit monitor untuk memantau pergerakan harga. Jika Anda ingin menggunakan teknik analisa ini, cobalah dengan strategi trading Anda dan sesuaikan time frame dengan keinginan Anda sendiri. Jika Anda melihat posisi grafik (candlestick) pada masing-masing time frame telah berada pada posisi yang sama, maka itulah saatnya Anda membuka posisi transaksi.

teknik analisa trader forex

Demikian Teknik Analisa Seorang Trader Pemula yang mungkin berguna bagi Anda. Untuk lebih jelasnya, gunakan akun demo Anda dan pelajari teknik analisa ini. Semoga bermanfaat.

Memaksimalkan Strategi Trading

Memaksimalkan Strategi Trading - Bagi seorang trader, strategi trading merupakan sebuah senjata yang digunakan untuk membidik target, melumpuhkan, dan kemudian mengambil target, yaitu sebuah keuntungan. Dengan menggunakan sebuah strategi, maka setiap transaksi yang dilakukan oleh seorang trader akan mempunyai arah yang jelas. Banyak trader, terutama para trader pemula yang tidak mampu menciptakan strategi trading sendiri dan hanya mengandalkan strategi yang sudah siap pakai, sehingga mereka tidak memahami kelemahan serta kekurangan dari strategi itu, dan ketika startegi itu tidak sesuai harapan, mereka segera menggantinya.

Sampai dengan saat ini, masih banyak trader yang masih  dan terus mencari sebuah strategi trading yang dapat memberikan keuntungan secara terus menerus. Mereka tidak menyadari bahwa dengan kesibukan mereka dalam mencari dan berganti-ganti strategi trading, telah membuat mereka kehilangan banyak kesempatan terbaik untuk membuka posisi transaksi. Mereka hanya fokus pada target keuntungan tanpa pernah tahu bagaimana proses membuat keuntungan tersebut. Mereka tidak memiliki rencana trading yang jelas, yang mengakibatkan tindakan mereka menjadi ngawur dan trading mereka menjadi rugi.

Pada dasarnya setiap strategi trading adalah baik dan mampu memberikan keuntungan, hanya saja ketika strategi trading itu digunakan oleh Anda, strategi itu seperti kehilangan kemampuan dan tidak bekerja secara baik. Sebenarnya hal itu terjadi karena Anda tidak bisa memaksimalkan strategi trading yang Anda gunakan. Ketidakmampuan Anda untuk memaksimalkan strategi trading terlihat jelas ketika Anda segera menutup posisi transaksi dengan sedikit poin keuntungan, padahal pada saat itu strategi trading yang Anda gunakan menunjukan kekuatan tren, dimana seharusnya poin keuntungan yang dihasilkan dapat terus bertambah.

Sebagai seorang trader, Anda akan selalu berhadapan dengan resiko kerugian, yang tanpa kenal ampun akan menguras seluruh modal trading yang Anda miliki. Walaupun Anda menggunakan strategi trading yang super canggih, tapi jika Anda tidak bisa memaksimalkan strategi trading tersebut, maka keuntungan yang Anda dapatkan tidak akan mampu menutupi kerugian yang Anda terima, sehingga cepat atau lambat kegiatan trading yang Anda lakukan akan terhenti. Untuk dapat memaksimalkan strategi trading yang Anda gunakan, maka Anda harus bisa menjadi seorang trader yang percaya diri dan memiliki target profit yang jelas.

Memaksimalkan Strategi Trading harus Anda lakukan, agar trading yang Anda lakukan dapat menghasilkan profit yang konsisten. Cobalah untuk mengurangi ketegangan saat trading dan hilangkan rasa takut rugi didalam diri Anda, dengan begitu Anda akan mampu melihat arah pergerakan harga dengan jelas. Menempatkan strategi trading ke dalam timeframe yang besar bisa membuat strategi trading tersebut bekerja secara maksimal. Semoga bermanfaat.

Memunculkan Harga Pada Level Fibonacci

Memunculkan Harga Pada Level Fibonacci - Alat untuk melakukan analisa secara teknikal ini dapat membantu Anda untuk mengetahui level support dan level resistance. Dengan mengetahui level-level tersebut, maka Anda akan lebih mudah mengetahui peluang untuk membuka posisi Beli saat harga berada pada kisaran support dan membuka posisi Jual saat harga berada pada kisaran resistance. Namun bagi para trader pemula, tentunya mereka akan kesulitan dalam memasang target profit dan loss, sebab mereka hanya melihat persentase (0.0%, 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, 76.4%, dan 100.0%) dan tidak menemukan harga pada level-level tersebut.

Bagi Anda yang ingin memunculkan harga pada level fibonacci seperti : 0.0 / 1.3835. 23.6 / 1.4032, 38.2 / 1.4153, dan seterusnya, berikut ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan :

1. Pasang fibonacci retracement pada chart Anda.

fibonacci retracement

2. Silahkan masuk ke Fibo properties :
- Duble klik pada garis putus putus, kemudian klik kanan.
- Klik "Fibo properties".
- Setelah berada didalam pengaturan fibo, klik "Fibo levels".
3. Tambahkan dengan karakter %$ didepan setiap nilai Description (pisahkan dengan garis miring), contohnya : 0.0 / %$, 23.6 / %$, 38.2 / %$, 50.0 / %$, dan seterusnya. Setelah selesai klik "OK".

fibonacci properties

4. Hasilnya akan seperti gambar dibawah ini, setiap level akan memiliki harga.

fibonacci levels

Itulah cara untuk Memunculkan Harga Pada Level Fibonacci yang bisa Anda lakukan. Dengan tampilnya harga di level fibonacci, maka akan memudahkan Anda dalam menentukan target profit dan loss sesuai dengan level-level retracement yang ada Semoga bermanfaat.

Manfaat Pivot Point Dalam Trading Forex

Manfaat Pivot Point Dalam Trading Forex - Pivot Point merupakan level harga yang berada diantara level support dan resistance dan merupakan salah satu metode analisa teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi area dimana pergerakan harga akan mengalami perubahan. Banyak analis forex yang menggunakan rumusan pivot point untuk menemukan level support dan level resistance yang kemudian digunakan untuk menempatkan order (Buy/Sell). Jadi sebelum Anda menentukan level support dan resistance, Anda harus sudah mengetahui harga pivot point.

Level pivot point dihasilkan dari penjumlahan posisi harga pada periode hari sebelumnya, yang terdiri dari harga pembukaan (Open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close) kemudian dibagi dengan jumlah dari posisi-posisi harga tersebut, yaitu 4 (Open, High, Low, Close). Cara yang paling mudah untuk mengetahui posisi-posisi harga periode hari sebelumnya adalah : buka chart Anda, tekan F2 pada keybord komputer Anda, kemudian klik pada mata uang yang Anda tradingkan, lalu klik periode Daily (D1). Perhatikan gambar dibawah ini !

open high low close

Contoh gambar diatas menunjukan bahwa posisi EURUSD pada periode 2015.05.08 00:00 adalah harga Open : 1.1267, High : 1.1289, Low : 1.1178, Close : 1.1210. Cara untuk menghitung pivot point, support, dan resistance adalah :

Pivot Point : (Open+High+Low+Close)/4 = (1.1267+1.1289+1.1178+1.1210)/4 = 1.1236
Resistance 1 : (2 x pivot point) - Low =  (2 x 1.1236) - 1.1178 = 1.1294
Resistance 2 : pivot point + (High - Low) = 1.1236 - (1.1289 - 1.1178) = 1.1347
Support 1 : (2 x pivot point) - High = (2 x 1.1236) - 1.1289 = 1.1183
Support 2 : pivot point - (High - Low) = 1.1236 - (1.1289 - 1.1178) = 1.1125

Rumus lain untuk menghitung pivot point adalah (High+Low+Close)/3

pivot point

Secara keseluruhan manfaat pivot point dalam trading forex adalah agar Anda tidak kehilangan arah didalam menentukan target poin dan juga entri point. Kunci utama dalam menentukan target poin atau entri point adalah garis support dan resistance. Resistance dikondisikan sebagai batas atau garis psikologi dari pergerakan harga yang sedang naik (bullish), dan support dikondisikan sebagai batas atau garis psikologi dari pergerakan harga yang sedang turun (bearish). Sedangkan pivot point biasanya digunakan untuk menentukan arah harga selanjutnya. Jika harga open berada diatas pivot point, maka diprediksi harga akan bergerak naik (bullish), jika harga open berada dibawah pivot poin, maka diprediksi harga akan bergerak turun (bearish).

Dari uraian-uraian diatas, tentunya Anda telah mengetahui cara memanfaatkan pivot point. Namun demikian, pivot point hanya sebagai cara untuk memprediksi batasan-batasan pergerakan harga dan bukan sebagai cara untuk memastikan kemana harga akan bergerak. Untuk lebih memahami pivot point, support dan resistance, sebaiknya Anda praktekan langsung melalui chart Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Mengenal Strategi Martingale Dalam Forex

Mengenal Strategi Martingale Dalam Forex - Martingale adalah sebuah strategi yang dikembangkan pada abad ke 18 oleh Paul Pierre Lavy. Pada saat itu strategi martingale menjadi populer di kalangan penjudi sebagai cara untuk memenangkan taruhan. Cara kerja strategi tersebut adalah dengan melipatgandakan jumlah taruhan kedua, apabila taruhan pertama mengalami kekalahan. Jika pada taruhan kedua juga mengalami kekalahan, maka pemain harus melipatgandakan taruhan yang ketiga dan seterusnya hingga pemain mendapat kemenangan dan kemenangan tersebut akan menutupi semua kekalahannya atau membuat pemain tersebut memenangkan taruhan.

Dalam trading forex, strategi martingale merupakan sebuah strategi yang digunakan untuk mengembalikan semua kerugian pada transaksi yang sebelumnya telah dilakukan dengan cara menggandakan jumlah volume transaksi / lot pada transaksi berikutnya. Kelebihan dari strategi martingale adalah seorang trader hanya membutuhkan sekali profit, untuk mengembalikan semua kerugian yang telah diperolehnya dan merubahnya menjadi sebuah keuntungan. Namun jika modal yang dimiliki tidak cukup untuk menambah volume transaksi pada transaksi berikutnya, maka trader tersebut akan mendapatkan kerugian besar.

Untuk menggunakan strategi martingale Anda harus memiliki modal yang sangat besar, karena hal tersebut terkait dengan resiko yang terus meningkat pada transaksi berikutnya yang akan Anda lakukan. Berikut ini contoh menggunakan strategi matingale pada saat Anda melakukan transaksi :

1. Transaksi loss = 1 lot x 50 pip = -$500
2. Transaksi loss = 2 lot x 50 pip = -$1000
3. Transaksi loss = 4 lot x 50 pip = -$2000
4. Transaksi profit = 8 lot x 50 pip = +$4000

Dari empat transaksi yang Anda lakukan tersebut, total loss= -$3500, total profit= $4000. sehingga Anda mendapatkan profit sebesar -$3500+$4000=$500.

Menggunakan strategi martingale terlihat sangat menguntungkan bagi Anda, tetapi sesungguhnya startegi tersebut akan merugikan Anda. Strategi tersebut bersifat spekulasi yang biasa dilakukan oleh seorang penjudi, sedangkan Anda adalah seorang trader. Prinsip kerja dari seorang trader adalah transaksi dilakukan berdasarkan trend dan bukan berdasarkan harapan untuk menang. Lamanya menunggu untuk mendapatkan profit dapat membuat Anda mengalami tekanan, terlebih lagi jika modal yang Anda miliki semakin berkurang dan Anda terjebak didalam kondisi trend yang panjang.

Mungkin bagi sebagian trader, menggunakan strategi martingale merupakan cara terbaik bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan. Apabila Anda juga ingin menggunakan strategi tersebut, sebaiknya pikirkan dengan baik. Apakah Anda sanggup menerima kerugian-kerugian besar hanya untuk  mendapat keuntungan rata-rata yang kecil dalam waktu yang lama ?. Anda adalah seorang trader forex, bukan seorang penjudi. Untuk itu jangan jadikan forex seperti judi karena akan merugikan diri Anda sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat.

Melakukan Trading Seperti Cheetah

Melakukan Trading Seperti Cheetah - "Meskipun cheetah adalah binatang tercepat di dunia dan bisa menangkap setiap binatang di hutan, ia akan menunggu sampai benar-benar yakin dapat menangkap mangsanya, Cheetah tersebut mungkin akan bersembunyi di semak selama seminggu, menunggu saat yang tepat. Ia mungkin akan menunggu bayi Kijang, dan jika tidak muncul bayi Kijang, maka ia akan menunggu hewan lain yang sakit atau lumpuh. Hanya kemudian, ketika ada kesempatan maka cheetah tersebut tidak kenal takut, ia akan mengambil kesempatan tersebut" - Mark Weinstein.

Cheetah adalah hewan yang tercepat dan pemburu menakutkan di padang Afrika, kecepatannya dapat mencapai 110 km/jam dengan akselerasi 0 - 100 km/jam dalam waktu 3.5 detik, lebih cepat dari sebuah mobil sport, sangat mengagumkan. Cheetah mengejar dan menerkam mangsanya hanya ketika mangsa itu telah berada dalam jangkauanya. Cheetah tergolong hewan yang pintar dengan kemampuan mendeteksi hewan yang paling lemah. Lalu apakah kemampuan yang dimiliki cheetah dapat diadopsi kedalam kegiatan trading ? Jawabannya "bisa".

Jika seekor cheetah memiliki kecepatan yang sangat luar biasa dalam berlari, maka seorang trader juga harus memiliki sebuah kecepatan yaitu kecepatan berpikir untuk mengambil sebuah tindakan pada suatu kondisi yang membahayakan terhadap posisi transaksi yang masih terbuka. Berpikir cepat untuk melakukan perubahan-perubahan posisi transaksi kearah yang lebih menguntungkan, namun tidak tergesa-gesa dalam menyikapi perubahan arah harga yang terjadi. Scalper yang sukses, juga memiliki kecepatan dalam membuka dan menutup transaksi secara berulang-ulang saat melakukan scalping.

Seorang trader juga harus mengetahui kapan saatnya untuk memasuki pasar dan keluar dari pasar. Mempunyai kemampuan untuk mendeteksi adanya sebuah peluang yang menguntungkan, baik secara teknikal atau fundamental. Ketika peluang itu sudah di depan mata, maka jangan buang-buang waktu untuk segera mengambilnya dan jangan pernah merasa takut untuk melakukannya. Jika pada hari ini Anda tidak menemukan sebuah kesempatan, maka tunggulah untuk beberapa hari kedepan. Anda dapat melakukan trading seperti cheetah, yang hanya menunggu sampai benar-benar yakin dapat menangkap mangsanya.

Perburuan yang dilakukan oleh seekor cheetah dapat memberi gambaran kepada kita, bahwa keuntungan besar dalam trading forex hanya bisa didapat, bila kita mampu bersabar dalam menunggu kesempatan terbaik untuk melakukan sebuah transaksi dan tidak serakah. Anda tentu merasakan, bagaimana rasanya menunggu saatnya untuk melakukan transaksi, dan ketika transaksi itu telah dilakukan, Anda masih harus menunggu target profit Anda tercapai. Betapa melelahkan dan membosankan bila hal itu berlangsung dalam waktu yang lama. Tapi itulah fakta yang harus dihadapi oleh semua trader, terutama oleh para trader pemula yang selalu menginginkan keuntungan dengan cepat. Menunggu waktu terbaik melakukan open posisi merupakan pilihan yang sangat tepat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Trading Dengan Copy Trader

Trading Dengan Copy Trader - Copy Trader adalah sebuah sarana atau fitur yang digunakan untuk melakukan trading dengan cara mengikuti atau menyalin transaksi trading trader lain. Copy Trader ini banyak digunakan oleh para trader pemula yang umumnya belum memiliki kemampuan dalam melakukan analisa. Mereka menyalin trading seorang trader yang dianggap sebagai top trader atau trader sukses. Cara ini terlihat sangat sederhana dan menguntungkan, namun bukan berarti tanpa resiko.

Salah satu keuntungan dari menggunakan Copy Trader yaitu Anda tidak perlu bersusah payah melakukan analisa. Anda hanya melakukan klik pada tombol "Copy Trader" seorang trader yang akan Anda ikuti, maka transaksi Anda akan sama dengan trader tersebut. Namun demikian fitur Copy Trader tidak dapat begitu saja Anda gunakan, biasanya broker atau penyedia signal yang memberikan fasilitas tersebut akan menerapkan beberapa aturan atau batasan-batasan dalam menggunakannya.

Mengikuti atau menyalin transaksi dari seorang trader profesional yang selalu mendapatkan keuntungan besar akan menjadi sangat menyenangkan, karena Anda mungkin akan mendapatkan keuntungan yang sama. Namun itu hanya kemungkinan, karena bila Anda tidak cermat dalam memilih seorang trader yang akan Anda ikuti, maka kerugian besar yang akan Anda dapatkan. Pemilihan yang tepat terhadap broker atau penyedia signal yang mendukung fitur Copy Trader, juga menjadi salah satu hal penting untuk Anda perhatikan.

Disatu sisi trading dengan Copy Trader dapat memberikan Anda peluang untuk meraih profit, namun disisi lain Copy Trader dapat membentuk diri Anda menjadi seorang trader yang tidak percaya diri, menjadi seorang trader pemalas yang ingin mendapatkan uang yang banyak, tanpa mau bekerja keras. Selanjutnya Anda tidak akan pernah tahu dan mengerti bagaimana melakukan trading dengan benar, menghasilkan profit, dan mengembangkannya. Tidak ada seorangpun yang melarang Anda untuk melakukan trading dengan Copy Trader, semua terserah Anda.

Perbedaan antara trader sejati dengan trader gadungan adalah terletak pada bagaimana cara kerja trader tersebut dalam menghasilkan profit. Trader sejati adalah seseorang yang selalu bekerja keras untuk mendapatkan profit tanpa pernah bermimpi, sedangkan trader gadungan adalah seseorang yang selalu bermimpi untuk mendapatkan profit tanpa bekerja keras. Percaya terhadap kemampuan Anda sendiri, itulah yang terbaik.

Melakukan Trading Bersama Teman

Melakukan Trading Bersama Teman - Setiap orang yang ingin melakukan trading forex, tentunya telah membekali dirinya dengan berbagai kemampuan seperti kemampuan mengelola keuangan, kemampuan pengendalian diri, atau kemampuan melakukan analisa. Bagi seseorang yang baru dalam trading forex, tentunya belum dapat memiliki semua kemampuan-kemampuan yang ada, karena memang diperlukan waktu untuk dapat memiliki semua kemampuan-kemampuan yang diperlukan. Masing-masing trader memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda, walaupun kemampuan yang diperlukan sama, untuk dapat melakukan trading dengan baik.

Sebagai contoh dua orang trader yang memiliki kemampuan berbeda dalam melakukan analisa, sebut saja trader "A" dan trader "B". Keduanya melakukan trading secara terpisah, mereka melakukan trading di rumah masing-masing. Trader "A" memiliki kemampuan melakukan analisa secara teknikal, sedangkan trader "B" memiliki kemampuan secara Fundamental. Ketika kedua trader tersebut melakukan transaksi pada hari yang sama, mereka mendapatkan hasil yang berbeda. Mereka sama-sama mendapatkan keuntungan, namun keuntungan tersebut tidak maksimal. Lalu bagaimana agar keuntungan yang mereka dapatkan menjadi maksimal ?

Kemampuan Anda dan teman Anda tentu terdapat perbedaan. Contohnya Anda mampu memprediksi arah pergerakan harga dengan melihat perubahan-perubahan pada sebuah grafik, tetapi Anda tidak mampu memprediksi arah pergerakan harga yang terjadi akibat dari perubahan perekonomian suatu negara, begitu juga sebaliknya dengan teman Anda. Dengan begitu Anda dan teman Anda tidak dapat menghasilkan keuntungan secara maksimal, atau bisa saja mengalami kerugian yang sama. Namun jika Anda dan teman Anda mau saling berbagi, duduk bersama mendiskusikannya dan melakukan trading secara bersama, sudah bisa dipastikan keuntungan yang akan diperoleh dapat menjadi lebih maksimal.

Teknologi zaman sekarang sudah sangat berkembang, Anda dapat melakukan hubungan jarak jauh dengan teman Anda melalui berbagai media untuk saling bertukar informasi seputar trading. Tetapi biasanya hal tersebut terkendala oleh berbagai masalah seperti sinyal atau koneksi yang terganggu oleh cuaca atau masalah lainnya. Bagi Anda yang masih baru dalam trading forex dan mempunyai teman yang juga seorang trader dan tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari Anda, cobalah untuk mengunjungi teman Anda atau mengajak teman Anda untuk melakukan trading bersama.

Melakukan Trading Bersama Teman dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam melakukan trading. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman sangat membantu perkembangan trading Anda dan teman Anda. Terkadang untuk menaklukan pasar forex, juga diperlukan seorang teman untuk melakukan kerjasama. Seperti sebuah team sepak bola, tidak mungkin dapat memasukan bola kedalam gawang lawan tanpa adanya kerjasama. Tanamkan keyakinan dalam diri Anda bahwa untuk menjadi trader forex sukses bukanlah mimpi yang tidak bisa menjadi kenyataan. Semoga kelak Anda menjadi seorang trader yang sukses.

Cara Sederhana Belajar Trading Forex

Cara Sederhana Belajar Trading Forex - Mengetahui apa itu forex tentunya akan membuat setiap orang tertarik untuk mempelajari dan melakukannya. Banyak cara yang mereka lakukan untuk mempelajarinya, dimulai dengan membuka berbagai website forex, membeli buku-buku tentang forex, belajar dari teman, belajar di sekolah trading, dan lain sebagainya. Tujuan dari masing-masing yang mereka lakukan adalah agar mereka memperoleh pengetahuan tentang forex, dapat melakukan trading dengan benar dan mendapatkan profit dari trading mereka.

Ketika mereka telah memasuki satu per satu pelajaran tentang forex, mereka akan mengetahui betapa banyak metode, indikator dan startegi trading yang dapat digunakan untuk melakukan trading. Semua metode, indikator dan strategi trading yang ada akan dapat membantu trading forex yang mereka lakukan untuk menghasilkan keuntungan. Lalu apakah semua metode, indikator dan strategi trading tersebut harus mereka gunakan, tentu saja tidak. Mempelajari semua metode, indikator atau strategi trading dapat menambah pengetahuan Anda, namun akan menjadi tidak berguna jika Anda tidak dapat menerapkan satupun dari semua itu kedalam trading yang Anda lakukan.

Umumnya seorang trader pemula dalam trading forex akan mempelajari segala jenis indikator dan berbagai macam strategi trading dengan tujuan mendapatkan sebuah sistem yang mampu menghasilkan profit yang besar secara terus menerus. Tanpa disadari hal itu justru membuat trader tersebut cendrung untuk selalu berganti-ganti indikator dan strategi yang digunakan. Selalu berganti-ganti indikator dan strategi akan menyebabkab trading Anda menjadi tidak berkembang, bahkan cendrung selalu mengalami Loss.

Bagi Anda yang baru memulai belajar trading forex, ada cara sederhana belajar trading forex yaitu, pelajari psikologi trading dan pelajari dua jenis indikator saja untuk Anda gunakan (Indikator Tren dan Oscilator). Buatlah strategi yang sederhana dari kedua jenis indikator tersebut, dan pelajari managemen resiko atau managemen trading. Anda tidak perlu mempelajari segala macam metode, indikator atau strategi trading yang ada. Pengalaman yang akan membantu Anda untuk mencapai kesuksesan. Semoga Anda kelak menjadi trader sukses.

Artikel Terbaru

Follow Me On Facebook